Friday, September 4, 2015

ADAPTASI MORFOLOGI, FISIOLOGI DAN TINGKAH LAKU (ADAPTASI HEWAN UNTUK BERTAHAN HIDUP)

ADAPTASI MORFOLOGI, FISIOLOGI DAN TINGKAH LAKU (ADAPTASI HEWAN UNTUK BERTAHAN HIDUP) - Salah satu ciri makhluk hidup adalah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya yang disebut adaptasi. Kali ini, kita akan membahas tentang adaptasi hewan untuk bertahan hidup. Ada 3 macam adaptasi yaitu :

1. Adaptasi Morfologi 

Adaptasi morfologi adalah penyesuaian pada organ tubuh hewan yang disesuaikan dengan kebutuhan hidupnya atau penyesuaian bentuk tubuh makhluk hidup/alat-alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

COntoh Adaptasi Morfologi:
  • Kelinci gurun mempunyai telinga yang besar untuk mendinginkan tubuhnya. Karena pada saat darah kelinci tersebut mengalir melewati telinga maka darah akan melepaskan panas keselilingnya.
  • Katak gurun memiliki kaki bertanduk yang berguna untuk menggali lubang hingga 3 meter. Lubang ini digunakan untuk melindungi dirinya dari panas terik gurun.
  • Gigi singa, harimau, citah, macan, dan sebagainya yang runcing dan tajam untuk makan daging sedangkan bentuk gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba dan lain sebagainya tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput, daun atau mengunyah makanannya.

2. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik.  Adaptasi ini tidak dapat dilihat langsung oleh mata karena adaptasi fisiologi terkait dengan fungsi organ-organ bagian dalam tubuh makhluk hidup dengan lingkungannya.

Contoh Adaptasi Fisiologi Adalah:
  • Ikan yang hidup di air asin lebih pekat mengeluarkan urin daripada ikan yang hidup di air tawar. Ikan yang hidup di air asin mengeluarkan urin yang lebih pekat agar jumlah garam di tubuh ikan tersebut tidak berlebihan.
  • Unta yang punya kantung air untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama. Sekali minum, unta dapat minum sebanyak 17 liter tanpa henti. Selain itu, unta juga memiliki punuk yang menonjok di bagian belakangnya, ada yang satu dan ada yang dua. Punuk itu menyimpan lemak sebagai cadangan makanannya dalam perjalanan panjang di padang pasir. Jika cadangan lemak banyak, punuk unta akan membesar.
  • Anjing laut memiliki lapisan lemak yang tebal untuk bertahan di daerah dingin.
3. Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku adalah cara makhluk hidup beradaptasi dengan lingkungannya dalam bentuk tingkah laku. Adaptasi tingkah laku ini berhubungan dengan tindakan makhluk hidup untuk beradaptasi atau melindungi diri dari pemangsa. Selain itu juga adaptasi tingkah laku berhubungan dengan kebiasaan makhluk hidup untuk beradaptasi dan mempertahankan hidupnya di suatu lingkungan. Penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya seperti pada binatang bunglon yang dapat berubah warna kulit sesuai dengan warna yang ada di lingkungan sekitarnya dengan tujuan untuk menyembunyikan diri.

Contoh Adaptasi Tingkah Laku Adalah:
  • Bunglon dapat merubah warna kulit sesuai dengan warna yang ada di lingkungan sekitarnya dengan tujuan untuk menyembunyikan diri dari musuhnya atau sebagai penyamaran untuk menangkap mangsanya.
  • Ikan paus dan lumba-lumba secara berkala muncul kepermukaan air untuk bernafas dikarenakan Paus dan Lumba-lumba merupakan hewan mamalia yang bernafas dengan paru-paru.
  • Rayap yang kulitnya mengelupas maka akan dimakan kembali oleh rayap tersebut. Hal ini dilakukan karena di dalam kulit rayap tersebut ada usus rayap yang ikut mengelupas dan usus tersebut memiliki flagelata yang menghasilkan enzim selulase yang dapat mencernakan kayu. Selain itu juga, rayap muda menjilati dubur rayap dewasa dengan tujuan mendapatkan enzim selulase untuk mencernakan kayu.

Demikianlah artikel kami tentang Cara Hewan Beradaptasi, Yaitu Adaptasi Morfologi, Fisiologi dan Tingkah Laku. Semoga bermanfaat ya sobat YBT.

0 comments :

Post a Comment