Tampilkan postingan dengan label TUGAS BI PGSD UT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS BI PGSD UT. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 November 2021

TUGAS 1 EVALUASI PEMBELAJARAN, PGSD BI | TUGAS UT PGSD BI

 TUGAS TUTORIAL 1
 TUGAS 1 EVALUASI PEMBELAJARAN, PGSD BI | TUGAS UT PEGSD BI
 
  1. Jelaskan definisi tes, assesmen, dan evaluasi!
  2. Jelaskan fungsi penilaian dalam pembelajaran!
  3. Jelaskan keterbatasan tes objektif dalam evaluasi pembelajaran!
  4. Mengapa aspek afektif penting dalam evaluasi? Jelaskan!
  5. Bagaimana anda menjelaskan materi yang belum diberikan tetapi saat pretest dilaksanakan, siswa dapat menjawab dengan baik?
  6. Buatkan perencanaan tes dari beberapa kompetensi dasar mapel tertentu untuk pendistribusian di 40 soal! (mengacu kepada format 2.63 modul 2)
 
Jawaban:
1.       Berikut ini adalah definisi dari tes, asesmen, dan evaluasi:
  • Tes merupakan alat ukur untuk memperoleh informasi hasil belajar siswa yang memerlukan jawaban benar atau salah. Tes juga dapat didefinisikan sebagai seperangkat pertanyaan atau tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait atau sifat atau atribut Pendidikan di mana dalam setiap butir pertanyaan tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar. Apabila ada seperangkat tugas atau pertanyaan yang diberikan kepada siswa tetapi tidak ada jawaban yang benar atau salah maka itu bukan tes (Zainul dan Nasoetion, 1997).
  • Asesmen merupakan suatu kegiatan untuk mengumpulkan informasi hasil belajar siswa yang diperoleh dari berbagai jenis tagihan dan mengolah informasi tersebut untuk menilai hasil belajar dan perkembangan belajar siswa.
  • Evaluasi merupakan penilaian keseluruhan program Pendidikan mulai perencanaan suatu program substansi Pendidikan termasuk kurikulum dan penilaian (asesmen) serta pelaksanaannya, pengadaan dan peningkatan kemampuan guru, manajemen Pendidikan, dan reformasi Pendidikan secara keseluruhan. Evaluasi bertujuan untuk mengingkatkan kualitas, kinerja, atau produktivitas suatu Lembaga dalam melaksanakan programnya.
 
2.       Fungsi penilaian dalam pembelajaran tentu saja bergantung pada jenis tes yang diberikan, sebab masing-masing tes memiliki tujuannya masing-masing. Setidaknya ada 7 jenis tes dan fungsinya sebagai berikut:
 
 
a.     Tes Seleksi dan fungsinya
Tes seleksi dimaksudkan untuk menyeleksi dan memilih calon yang dapat diterima untuk menghasilkan calon-calon terpilih yang dapat diterima untuk mengikuti suatu program. Misalnya saat akan mengikuti Olimpiade Sains-Matematika, sekolah akan menyeleksi terlebih dahulu peserta didik yang dapat mewakili sekolahnya dengan melakukan tes seleksi, sampai pada tingkat gugus, kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Interpretasi hasil tes seleksi dapat menggunakan Penilaian Acuan Kriteria (PAK) dan Pendekatan Acuan Norma (PAN) jika yang lulus seleksi lebih banyak dari formasi yang tersedia.
b.       Tes penempatan dan fungsinya
Tes penempatan dimaksudkan untuk menempatkan siswa sesuai dengan kemampuannya, dengan demikian tes penempatan dapat digunakan untuk mengelompokkan siswa dalam satu kelompok yang relative homogen kemampuan atau keterampilannya. Jika sebaran kemampuan dan keterampilan siswa cenderung homogen, maka program-program dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien serta output yang dihasilkan akan lebih berkualitas.
c.        Pre Test – Post Test dan fungsinya
Pre-test dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah memahami materi pelajaran yang akan disampaikan, artinya pre-test diberikan sebelum treatmen atau pengajaran dilaksanakan. Sedangkan post-test dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat mencapai tujuan program atau pembelajaran setelah mereka mengikuti program atau pembelajaran tersebut. Dengan demikian pre test – post test dapat digunakan untuk menilai efektivitas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
d.       Tes formatif dan fungsinya
Tes formatif dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat menguasai tujuan pembelajaran yang baru saja diajarkan. Jika banyak siswa yang tidak dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka program pembelajaran tersebut harus diulang, bisa dengan remidial atau diprogramkan ulang dengan penyesuaian dengan kemampuan dan karakteristik siswa.
e.       Tes diagnostik dan fungsinya
Tes diagnostic dimaksudkan untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi pelajaran, dengan demikian tes diagnostik dapat dimanfaatkan sebagai langkah awal untuk menentukan dan memperbaiki atau menghilangkan penyebab kesulitan siswa dalam memahami suatu pelajaran.
f.         Tes sumatif dan fungsinya
Tes sumatif dimaksudkan untuk menilai keberhasilan siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian proses pembelajaran, dengan demikian tes sumatif digunakan untuk menilai hasil belajar siswa.
g.       Tes unjuk kerja dan fungsinya
Tes unjuk kerja dimaksudkan untuk menilai performance siswa dalam menghayati atau menghasilkan suatu karya atau hasil belajar.

 

3.       Keterbatasan tes objektif dalam evaluasi pembelajaran antara lain:
    • Pada kenyataannya, butir soal yang diujikan kepada siswa atau mahasiswa kebanyakan hanya mengukur proses berfikir rendah, walaupun tujuan pembelajaran yang akan diukur sebenarnya lebih tinggi dari sekedar ingatan atau pemahaman.
    • Membuat pertanyaan tes objektif yang baik lebih sukar daripada membuat pertanyaan tes uraian.
    • Kemampuan anak dapat terganggu oleh kemampuannya dalam membaca dan menerka.
    • Anak tidak dapat mengorganisasikan, menghubungkan, dan menyatakan idenya sendiri karena semua alternatif jawaban untuk setiap pertanyaan sudah diberikan oleh penulis soal.
4.       Kemampuan afektif merupakan bagian dari hasil belajar siswa yang sangat penting sebab keberhasilan pembelajaran pada ranah kognitif dan psikomotor sangat ditentukan oleh kondisi afektif siswa. Siswa yang memiliki minat belajar dan sikap positif terhadap pelajaran akan merasa senang mempelajari pelajaran tersebut sehingga mereka dapat mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Dengan mengetahui kemampuan afektif siswa dalam melaksanakan evaluasi, sebagai guru, akan mudah menyusun program belajar selanjutnya sehingga tingkat afektif siswa semakin menunjukkan angka positif.

5.       Apabila ada materi yang belum diberikan tetapi saat pretest dilaksanakan, siswa dapat menjawab dengan baik, maka materi tersebut tidak perlu lagi dijelaskan. Hal ini bisa terjadi karena bisa saja materi yang akan diberikan sudah disampaikan pada kelas sebelumnya, atau KD yang terkait dengan materi tersebut sudah tersampaikan sebelumnya. Bisa juga karena peserta didik saat ini sudah bisa mengakses teknologi dengan baik sehingga mereka dapat menguasai materi lebih cepat melalui media teknologi atau buku paket yang disediakan, termasuk juga antusiasme orang tua dalam mengikutkan putra putri mereka dalam bimbingan belajar profesional. Dalam hal ini, guru cukup focus pada bagian-bagian materi yang masih belum dikuasai oleh siswa. Jika memungkinkan ada sebagian kecil siswa yang belum menguasai, kita bisa mengelompokkan mereka dengan yang sudah mampu (tutor sebaya) sehingga diharapkan semua siswa mampu menguasai materi yang dimaksud.

TUGAS 3 STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD | TUGAS UT BI PGSD

TUGAS KE-3
Kerjakan soal-soal di bawah ini!
  1. Sebutkan tujuan dan komponen keterampilan membuka dan menutup pembelajaran!
  2. Sebagai seorang guru tentunya mampu menyebutkan pendekatan dalam mengelola kelas. sebutkan!
  3. Sebutkan enam fungsi remidial!
  4. Sebutkan strategi penanganan disiplin kelas dalam menangani gangguan ringan dan berat!
  5. Sebutkan faktor-faktor yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran!
Jawaban:
1. Tujuan keterampilan membuka pembelajaran:
    • Menyiapkan mental siswa untuk memasuki kegiatan inti pelajaran
    • Membangkitkan motivasi dan perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran
    • Memberikan gambaran yang jelas tentang batas-batas tugas yang harus dikerjakan oleh siswa
    • Menyadarkan siswa akan hubungan antara pengalaman/bahan yang sudah dimiliki/diketahui dengan yang akan dipelajari
    • Memberikan gambaran tentang pendekatan atau kegiatan yang akan diterapkan atau dilaksanakan dalam kegiatan belajar.
Tujuan keterampilan menutup pelajaran:
    • Memantapkan pemahaman siswa terhadap kegiatan belajar yang telah berlangsung
    • Mengetahui keberhasilan siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran yang telah dijalani
    • Memberikan tindak lanjut untuk mengembangkan kemampuan yang baru saja dikuasi.
Komponen Keterampilan Membuka pelajaran:
    • Menarik perhatian siswa: dengan cara memvariasikan gaya mengajar, menggunakan alat-alat bantu, dan penggunaan interaksi yang bervariasi.
    • Menimbulkan motivasi: caranya dengan sikap hangat dan antusias, menimbulkan rasa ingin tahu, mengemukakan ide yang bertentangan, serta memperhatikan minat siswa.
    • Memberi acuan: bisa dengan cara mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas, menyarankan langkah-langkah yang akan dilakukan, mengingatkan masalah pokok yang akan dibahas, dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
    • Membuat kaitan: mengaitkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa.
Komponen Keterampilan Menutup pelajaran:


    • Meninjau kembali (mereviu): dapat dilakukan dengan merangkum isi pelajaran dan membuat ringkasan.
    • Menilai (mengevaluasi): dapat dilakukan dengan cara tanya jawab secara lisan, mendemonstrasikan keterampilan, mengaplikasikan ide baru, menyatakan pendapat tentang masalah yang dibahas, serta memberikan soal-soal tertulis yang dikerjakan oleh siswa.
    • Memberikan tindak lanjut: misalnya memberikan tugas-tugas yang dapat dikerjakan secara individual, termasuk PR, serta memberikan tugas kelompok untuk merancang sesuatu atau memecahkan masalah berdasarkan konsep yang baru saja dipelajari.
2. Keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, serta keterampilan guru untuk mengembalikan kondisi belajar yang terganggu kea rah kondisi belajar yang optimal. Adapun pendekatan- pendekatan dalam mengelola kelas, antara lain:
    • Pendekatan otoriter: memandang pengelolaan kelas sebagai proses mengontrol perilaku siswa.
    • Pendekatan permisif: usaha untuk memaksimalkan kebebasan siswa dan membantu siswa merasakan kebebasan untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Hal ini tentu saja bertentangan dengan arti “pengelolaan: itu sendiri.
    • Pendekatan modifikasi tingkah laku: serangkaian kegiatan guru untuk meningkatkan munculnya perilaku yang baik, dan mengurangi munculnya perilaku yang tidak diharapkan.
    • Adanya asumsi bahwa proses belajar dapat dimaksimalkan dalam iklim kelas yang positif. Pengelolaan kelas merupakan proses penciptaan iklim sosioemosional yang positif di dalam kelas.
    • Adanya asumsi bahwa perilaku siswa sebagai kelompok kelas mempunyai pengaruh pada terjadinya pembelajaran. Oleh karena itu, guru berperan menguatkan perkembangan kelompok yang efektif.
Pendekata a dan b bukanlah pengelolaan kelas yang efektif karena tidak dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, sedangkan pendekatan 3, 4, dan 5 masing-masing memiliki tingkat kefektifannya sendiri-sendiri.

 

3. Ada enam fungsi remidial, yaitu:
    • Fungsi Korektif: yaitu memperbaiki cara mengajar dan cara belajar.
    • Fungsi pemahaman: karena dalam kegiatan remedial akan terjadi proses pemahaman baik pada diri guru maupun siswa.
    • Fungsi penyesuaian: karena pelaksanaan kegiatan remedial disesuaikan dengan kesulitan dan karakteristik individu siswa yang mengalami kesulitan belajar.
    • Fungsi pengayaan:  karena melalui kegiatan remedial guru memanfaatkan sumber belajar, metode mengajar atau alat bantu pembelajaran yang lebih bervariasi dari yang diterapkan guru dalam pembelajaran regular biasa.
    • Fungsi akselerasi: karena melalui kegiatan remedial guru dapat mempercepat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.
    • Fungsi terapeutik: karena melalui kegiatan remedial guru dapat membantu mengatasi kesulitan siswa yang berkaitan dengan aspek sosial-pribadi.
4. Strategi penanganan disiplin kelas dalam menangani gangguan ringan, yaitu:
    • Mengabaikan: gangguan kecil dan ringan yang dianggap tidak memengaruhi yang lain dapat diabaikan saja.
    • Menatap agak lama: salah satu cara mengatasi gangguan ringan adalah dengan menatap agak lama siswa yang membuat gangguan.
    • Menggunakan tanda nonverbal: tanda nonverbal adalah tanda-tanda berupa Gerakan tubuh, misalnya Gerakan mengangkat tangan, menggeleng, membuat huruf T dengan kedua telapak tangan, atau menaruh jari telunjuk di atas bibir.
    • Mendekati: gerak mendekati siswa akan menyebabkan siswa yang melakukan pelanggaran sadar bahwa perbuatan atau gangguan yang ia buat sudah diketahui oleh guru.
    • Memanggil nama: memanggil nama siswa yang sedang melakukan pelanggaran kecil dapat membantu memulihkan disiplin kelas asal dilakukan secara bijaksana.
    • Mengabaikan secara sengaja siswa yang tampaknya suka mencari perhatian.
Strategi penanganan disiplin kelas dalam menangani gangguan berat, yaitu:
    • Memberi hukuman: gunakan hukuman hanya jika dianggap sangat perlu terhadap siswa yang melakukan gangguan berat. Sebisa mungkin untuk menghindari penggunaan hukuman dalam mendidik siswa. Memberikan hukuman dapat dimulai dengan hukuman yang ringan. Selain itu hukuman harus diberikan secara adil sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Ketika memberi hukuman, ajarkan juga atau mencontohkan yang semestinya dilakukan, serta berhati-hatilah dalam memberikan hukuman, pertimbangkan dampaknya bagi siswa, orang tua dan sekolah.
    • Melibatkan orang tua: Untuk melibatkan orang tua, ada baiknya membuat laporan secara teratur kepada orang tua terkait kemajuan anaknya. Laporan bisa berupa buku penghubung antara guru dan orang tua, sehingga apabila siswa melakukan pelanggaran, guru dapat memberikan laporan khusus dan meminta orang tua ikut menangani masalah itu. Selanjutnya, guru tetap melaporkan kemajuan atau perbaikan yang sudah terjadi pada siswa tersebut.
5. Faktor-faktor yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran, yaitu:
a. Isi (content) pelajaran
b. Bahan pelajaran
c. Strategi pembelajaran
d. Perilaku guru
e. Menstrukturkan pelajaran
f. Lingkungan belajar
g. Pebelajaran
h. Durasi pembelajaran
i. Lokasi pembelajaran

Kamis, 04 November 2021

TUGAS 2 STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD | SOAL & JAWABAN TUGAS UT

Mata Kuliah : Strategi Pembelajaran di SD
TUGAS KE-2

Kerjakan soal-soal di bawah ini!
1. Sebutkan prinsip-prinsip dalam pembelajaran klasikal!
2. Sebutkan faktor perkembangan kemampuan siswa!
3. Sebutkan aspek yang terdapat dalam materi pembelajaran!
4. Sebutkan manfaat media pembelajaran!
5. Sebutkan faktor pemilihan media pembelajaran yang tepat!
Jawaban:
1. Prinsip-prinsip dalam pembelajaran klasikal, yaitu:
  • Sistematis: dalam pembelajaran klasikal, bahan pelajaran harus disajikan secara berurutan dan selalu berorientasi pada tujuan yang telah ditetapkan. Sajian bahan pelajaran dapat disampaikan mulai dari yang mudah sampai pada yang sukar, atau dari yang sifatnya konkret ksampai pada yang abstrak.
  • Perhatian dan aktivitas: prinsip ini menuntut bahwa dalam pembelajaran klasikal, guru harus selalu memberikan perhatian terhadap aktivitas siswa secara menyeluruh dalam kelas. Di samping itu, guru harus mampu membangkitkan perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Perhatian dan motivasi dalam pembelajaran klasikal sangat memegang peranan penting karena dapat memengaruhi motivasi belajar siswa.
  • Media Pembelajaran: penggunaan media pembelajaran dapat mengoptimalkan efektivitas pembelajaran klasikal. Selain itu, salah satu keunggulan penggunaan media pembelajaran adalah dapat mengurangi verbalisme siswa terhadap informasi yang diberikan oleh guru.
  • Latihan dan penugasan: untuk memantapkan dan memperkuat penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran, guru prtlu memberikan latihan-latihan atau penugasan, tetapi hendaknya tidak berlebihan dan disesuaikan dengan kemampuan siswa.
2. Faktor-faktor perkembangan kemampuan siswa, antara lain:
  • Faktor internal yaitu faktor yang ada dalam diri siswa itu sendiri yang meliputi pembawaan dan potensi psikologis tertentu yang turut mengembangkan dirinya sendiri. Faktor internal bisa dibagi menjadi 2 macam yaitu :
    • Faktor Fisiologis: Faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu, baik karena perbedaan postur tubuh (tonus jasmani), maupun karena penyakit (fungsi jasmani). 
    • Faktor Psikologis: Dalam hal kejiwaan, kapasitas Mental, Emosi, dan Intelegensi setiap orang itu berbeda. Kemampuan berpikir mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa. Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dan kecerdasan dalam perkembangan sosial  anak.
  • Faktor Eksternal, yaitu hal – hal yang datang atau ada diluar diri siswa/peserta didik yang meliputi lingkungan (khususnya pendidikan) dan pengalaman berinteraksi siswa tersebut dengan lingkungan. Macam-macam faktor eksternal yaitu :
    • Faktor Biologis: Bisa diartikan, biologis dalam konteks ini adalah faktor yang berkaitan dengan keperluan primer seorang anak pada awal kehidupannya dari pihak ayah dan ibu kandung.
    • Faktor Physis: Maksudnya adalah pengaruh yang datang dari lingkungan geografis, seperti iklim keadaan alam, tingkat kesuburan tanah, jalur komunikasi dengan daerah lain, dsb.
    • Faktor Ekonomis/Status Sosial Ekonomi: Dalam proses perkembangannya, seorang anak pasti memerlukan biaya. Bukan hanya biaya untuk makan dan minum di rumah, tetapi juga untuk membeli peralatan sekolah yang dibutuhkan oleh siswa. Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat. 
    • Faktor Cultural: Di Indonesia ini, jika dihitung ada berpuluh bahkan beratus kelompok masyarakat yang masing – masing mempunyai kultur, budaya, adat istiadat, dan tradisi tersendiri, dan hal ini jelas berpengaruh terhadap perkembangan anak – anak.
    • Faktor Religious: Proses terbentunya prilaku seorang anak dengan agama yang diyakini sebagai faktor penting yang mempengaruhinya karena pondasi agama merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dan berperan penting sebagai media kontrol dalam perkembangan peserta didik.
3. Aspek-aspek yang terdapat dalam materi pembelajaran terdiri atas:
  • Aspek Konsep (concept), merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan pengertian, atribut, karakteristik, label atau ide dan gagasan tertentu. Artinya guru akan memilih metode mana yang dianggap sesuai jika akan mengajar tentang konsep, begitu juga dengan aspek lainnya.
  • Aspek fakta (fact), merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang lalu, data-data yang memiliki esensi objek dan waktu.
  • Aspek Prinsip (principle), merupakan sibstansi isi pelajaran yang berhubungan dengan aturan, dalil, hukum, ketentuan, dan prosedur yang harus ditempuh.
  • Aspek Proses (process), merupakan substansi materi pelajaran yang berhubungan dengan rangkaian kegiatan, peristiwa atau tindakan.
  • Aspek nilai (value), merupakan substansi materi pelajaran yang berhubungan dengan aspek perilaku yang baik dan buruk, yang benar dan salah, yang bermanfaat dan tidak bermanfaat bagi banyak orang.
  • Aspek keterampilan intelektual (intellectual skills), merupakan substansi materi pelajaran yang berhubungan dengan pembentukan kemampuan menyelesaikan persoalan atau permasalahan, serta berpikir sistematis, logis, taktis, kritis, inovatif, dan ilmiah.
  • Aspek keterampilan psikomotor (psychomotor skills), merupakan substansi materi pelajaran yang berhubungan dengan pembentukan kemampuan fisik.

 

4. Manfaat media pembelajaran antara lain:
  • Membuat konkret konsep-konsep yang abstrak. Konsep-konsep yang dirasa masih bersifat abstrak dan sulit dijelaskan secara verbal langsung kepada siswa bisa dikonkretkan atau disederhanakan melalui pemanfaatan media pembelajaran, misalnya tentang arus listrik dalam rangkaian listrik sederhana.
  • Menghadirkan objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat ke dalam lingkungan belajar, misalnya menghadirkan serial gambar atau tayangan video tentang jenis-jenis binatang buas berdasarkan habitat, cara mendapatkan makanan dan jenis makanannya.
  • Menampilkan objek yang terlalu bersar atau kecil. Misalnya menggunakan miniatur kapal, pesawat, dan mobil untuk menjelaskan moda transportasi, dan gambar semut serta virus untuk menjelaskan tentang objek0objek yang kecil.
  • Memperlihatkan Gerakan yang terlalu cepat atau terlalu lambat. Dengan menggunakan teknik Gerakan lambat (slow motion) dalam media film bisa memperlihatkan tentang lintasan peluru, melesatnya anak panah, atau ledakan. Demikian juga dengan metode cepat (time lapse) untuk melihat proses pertumbuhan kecambah atau proses mekarnya bunga.
Selain itu, manfaat-manfaat lainnya yang didapat apabila menggunakan media pembelajaran adalah:
    • Memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan lingkungannya.
    • Memungkinkan adanya keseragaman pengamatan atau persepsi belajar pada masing-masing siswa.
    • Membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa.
    • Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan.
    • Menyajikan pesan atau informasi belajar secara serempak bagi seluruh siswa.
    • Mengatasi keterbatasan waktu dan ruang.
    • Mengontrol arah dan kecepatan belajar siswa.
5. Kegiatan pemilihan media pembelajaran merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keseluruhan proses penggunaan media pembelajaran. Untuk itu, dalam memilih media pembelajaran, hendaknya memerhatikan faktor-faktor pemilihan media pembelajaran yang tepat yang didasarkan pada:
  • Tujuan pemilihan media pembelajaran: Memilih media pembelajaran yang akan digunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan yang jelas, baik sebagai pendukung kegiatan belajar yang bersifat individual atau klasikal, ataukah untuk pemberian infomasi yang sifatnya umum atau hiburan saja.  Tujuan pemilihan ini sangat berkaitan dengan kemampuan guru dalam menguasai berbagai jenis media pembelajaran beserta karakteristiknya.
  • Karakteristik media pembelajaran: Setiap media pembelajaran memiliki karakteristik tertentu, baik dilihat dari segi keandalannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaannya. Pemahaman terhadap karakteristik berbagai media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang perlu guru miliki dalam kaitannya dengan pemilihan media pembelajaran ini. 
  • Alternatif media pembelajaran yang dapat dipilih: Memilih media pada dasarnya merupakan proses mengambil atau menentukan keputusan dari berbagai pilihan (alternatif) yang ada. Namun, alternatif pemilihan media hendaknya memerhatikan rencana pembelajaran yang telah disusun (RPP), sasaran belajar, tingkat keterbacaan media (reliability), situasi dan kondisi serta objektivitas.