Tampilkan postingan dengan label TANAMAN DAN TUMBUHAN LANGKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TANAMAN DAN TUMBUHAN LANGKA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2015

Jenis Penyerbukan: Otogami, geitonogami, alogami, hibridisasi, anemogami, Hidrogami, zoidiogami, Entomogami, Ornitogami, Kiropterogami dan Malakogami

Definisi/Pengertian & Jenis Penyerbukan: Otogami, geitonogami, alogami, hibridisasi, anemogami, Hidrogami, zoidiogami, Entomogami, Ornitogami, Kiropterogami dan Malakogami - Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuksari (sel kelamin jantan tumbuhan) pada kepala putik (sel kelamin betina pada tumbuhan).
Ada bermacam-macam penyerbukan, antara lain :
  1. Penyerbukan sendiri (otogami) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari bunga yang sama
  2. Penyerbukan tetangga (geitonogami) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari bunga yang berbeda  tetapi satu pohon
  3. Penyerbukan silang (alogami) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari bunga pohon lain tetapi sejenis
  4. Penyerbukan bastas (hibridisasi) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari pohon lain yang berbeda jenisnya tetapi masih satu genus. Penyerbukan ini bertujuan untuk mencari bibit unggul.



Penyerbukan terjadi dengan bantuan :
  1. Angin (anemogami) contoh pada tumbuhan padi, jagung dan gandum
  2. Air (Hidrogami) contoh pada tumbuhan elodia dan hydrilla
  3. Hewan (zoidiogami) contoh hewannya yaitu jenis serangga, burung kolibri dan kelelawar.
Penyerbukan Oleh Hewan (zoidiogami) :
  1. Penyerbukan dengan bantuan serangga disebut entomogami terjadi pada bunga yang memiliki nektar (madu), contoh serangga yaitu kumbang, lebah, dan kupu-kupu.
  2. Penyerbukan dengan bantuan burung disebut ornitogami, contoh burung penghisap madu (kolibri)
  3. Penyerbukan dengan bantuan bantuan kelelawar disebut kiropterogami

Berikut dijelaskan dengan lebih rinci:

1. Penyerbukan sendiri (autogami)
Penyerbukan sendiri (autogami) adalah penyerbukan yang terjadi apabila serbuk sari dan putik berasal dari satu bunga. Bunga yang melakukan autogami memiliki struktur yang khas sifatnya, yaitu sekalipun bunga sudah mekar, putiknya tetap terlindungi oleh bagian-bagian bunga lainnya sampai terjadinya penyerbukan sendiri.

Ciri-ciri bunga yang bersifat autogami adalah sebagai berikut :
  • Sebelum terjadi penyerbukan, putik selalu terlindungi oleh kumpulan benang sarinya, misalnya benang sari bersatu membungkus putik.
  • Mahkota bunganya menutupi alat-alat kelamin bunga itu sehingga menghalangi serbuk sari bunga lain menempel pada kepala putiknya sekalipun bungasebenarnya sudah mekar.
  • Penyerbukan terjadi ketika bunga baru mekar atau  bunga masih kuncup, misal pada kacang tanah.

2. Penyerbukan tetangga (geitonogami)
Penyerbukan tetangga (geitonogami) adalah penyerbukan yang terjadi oleh serbuk sari yang berasal dari bunga lain tapi masih dalam satu pohon. Hal ini dapat terjadi karena bunga tidak memiliki struktur yang khas dan masa kematangan bunga jantan dan betina yang tidak bersamaan.

3. Penyerbukan silang (alogami)
Penyerbukan silang (alogami) adalah penyerbukan yang terjadi oleh serbuk sari yang berasal dari tumbuhan lain yang sejenis. Apabila serbuk sari berasal dari bunga lain yang tumbuhannya tidak sejenis dinamakan penyerbukan bastar. Geitonogami dan alogami terjadi karena kedudukan benang sari dan putik berjauhan, sehingga tidak memungkinkan terjadi penyerbukan sendiri. Jadi diperlukan perantara dalam proses penyerbukan.

Berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari ke kepala putik, penyerbukan dapat dibedakan menjadi beberapa macam.
  • Anemogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan angin. Ciriciri tumbuhan ini yaitu perhiasan bunganya kecil atau tidak ada, alat kelaminnya terbuka dan tidak memiliki kelenjar madu. Benang sarinya bergelantungan dengan serbuk sari yang sangat kecil dan jumlahnya banyak. Putik biasanya bertangkai panjang dan memiliki cairan perekat. Contoh bunga padi dan bunga jagung.
  • Hidrogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan air. Biasanya terjadi pada tumbuhan yang hidup di air.
  • Zoidiogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan hewan, misalnya serangga, burung, dan kelelawar.

Berdasarkan jenis hewan penyerbuknya maka penyerbukan dibedakan menjadi beberapa jenis.
  • Entomogami, ialah penyerbukan dengan bantuan serangga (misalnya kupu-kupu, kumbang bunga, dan lalat). Bunga menghasilkan madu, mengeluarkan bau khas, mahkota bunga berwarna cerah, dan berukuran besar.
  • Ornitogami, ialah penyerbukan dengan perantaraan burung, terjadi pada tumbuhan yang bunganya menghasilkan madu, bermahkota lebar dan tebal, dan berwarna cerah.
  • Kiropterogami, ialah penyerbukan dengan perantara hewan bersayap selaput tangan (kelelawar, kalong, dan kampret). Terjadi pada bunga yang mekar di malam hari
  • Malakogami, ialah penyerbukan dengan perantara siput.

4. Penyerbukan Dengan Bantuan Manusia (Antropogami)
Antropogami adalah penyerbukan dengan bantuan manusia. Biasanya tanaman ini sukar mengalami penyerbukan secara alami, misalnya karena struktur bunganya yang unik atau bunga sukar mengeluarkan serbuk sarinya. Untuk itu, memerlukan campur tangan manusia unk membantu penyerbukan. Saat ini, beberapa budidaya tanaman hias telah mengembangkan dan mengeksplorasi jenis tanaman melalui perkawinan silang dengan bantuan manusia.

Thanks anda sudah membaca artikel "Jenis Penyerbukan: Otogami, geitonogami, alogami, hibridisasi, anemogami, Hidrogami, zoidiogami, Entomogami, Ornitogami, Kiropterogami dan Malakogami" kami ini, semoga bermanfat.

Jangan lupa  baca artikel kami tentang:
  1. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Alami
  2. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Buatan
  3. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Generatif

PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN SECARA GENERATIF

IPA: BIOLOGI, PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN SECARA GENERATIF - Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan adalah perkembangbiakan yang dihasilkan dari sebuah proses perkawinan antara gamet jantan dan gamet betina. Jika pada hewan dan manusia dikenal sel sperma dan sel telur, maka pada tumbuhan dikenal gamet jantan dan gamet betina. Perkembangbiakan geneatif diawali dengan penyerbukan (polinasi) yang diikuti dengan pembuahan (fertilisasi). Perkembangbiakan ini melibatkan penyatuan gamet jantan dan betina. Gamet pada tumbuhan dihasilkan pada organ bunga. Jadi bunga merupakan alat perkembangbiakkan generatif pada tumbuhan berbiji. Perkembangbiakan secara generatif adalah perkembangbiakan dengan biji. Biji dihasilkan dari bunga setelah mengalami penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuksari (sel kelamin jantan tumbuhan) pada kepala putik (sel kelamin betina pada tumbuhan).

Perhatikan gambar bunga dan bagian-bagiannya berikut ini:



Bagian-Bagian Bunga:
1. tangkai bunga
2. bakal buah
3. dasar bunga
4. putik
5. kepala putik
6. kepala sari
7. tangkai sari
8. Mahkota
9. bunga
10. bakal biji
11. kelopak

Dasar bunga (reseptakulum) : yaitu ujung tangkai yang melebar dengan ruas-ruas yang amat pendek, sehingga daun-daun yang mengalami perubahan menjadi bagianbagian bunga duduk amat rapat bahkan tampak duduk dalam satu lingkaran.

Hiasan bunga (periantium) : yaitu bagian bunga yang merupakan modifikasi dari daun. Hiasan bunga umumnya masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang-tulang atau urat daun yang jelas. Hiasan bunga terdiri dari kelopak dan mahkota. Kelopak (kaliks) merupakan hiasan bunga yang terletak di sebelah luar. Biasanya berwarna hijau dan sewaktu bunga masih kuncup merupakan selubung yang melindungi kuncup terhadap pengaruh-pengaruh luar. Mahkota bunga (korola) yaitu bagian hiasan bunga yang terletak di lingkaran dalam. Umumnya berwarna menyolok dan menarik, serta memiliki bentuk yang beraneka ragam.

Alat kelamin : terdiri dari alat kelamin jantan dan betina. Alat kelamin jantan pada bunga berupa benang sari (stamen). Benang sari dapat duduk bebas atau berlekatan, ada yang tersusun dalam satu lingkaran dan ada yang dua lingkaran. Benang sari memiliki tangkai sari (filamen) dan kepala sari (anthera). Pada kepala sari terdapat kotak sari yang mengandung serbuk sari (pollen). Serbuk sari merupakan gamet jantan pada bunga.

Alat kelamin betina berupa putik (pistilum). Pada bunga dapat ditemukan satu atau beberapa putik. Putik terdiri dari kepala putik (stigma), tangkai putik (stylus), dan bakal buah (ovarium). Di dalam bakal buah terdapat bakal biji (ovulum) yang mengandung sel telur (ovum). Setiap putik dapat terdiri atas beberapa daun buah tetapi adapula yang hanya terdiri atas satu daun buah.

Berdasarkan kelengkapan bagian-bagian bunga, bunga dibedakan menjadi bunga lengkap dan bunga tidak lengkap. Bunga lengkap, jika suatu bunga memiliki perhiasan dan alat perkembangbiakan secara lengkap. Sedangkan bunga tidak lengkap, jika suatu bunga tidak memiliki satu atau beberapa bagian bunga.

Berdasarkan keberadaan alat kelamin, bunga dapat dibedakan menjadi bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.

Bunga sempurna adalah bunga yang memiliki alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik).


Bunga sempurna sering disebut bunga kelamin ganda atau bunga banci. Bunga tidak sempurna adalah bunga yang hanya memiliki salah satu alat kelamin, yaitu putik saja atau benang sari saja. Bunga yang memiliki benang sari saja disebut bunga jantan dan bunga yang hanya memiliki putik saja disebut bunga betina. Sedangkan bunga mandul atau tidak berkelamin adalah bunga yang tidak memiliki benang sari maupun putik. Misalnya bunga pita pada bunga matahari.

Berdasarkan jenis bunganya, tumbuhan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tumbuhan berumah satu dan tumbuhan berumah dua.

  • Tumbuhan berumah satu, jika dalam satu pohon terdapat bunga jantan dan bunga betina. Contoh tanaman kembang sepatu dan jagung.
  • Tumbuhan berumah dua, jika dalam satu pohon terdapat bunga jantan saja atau bunga betina saja. Contoh tanaman salak dan pakis haji.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang Penyerbukan. Untuk materi ini, silahkan baca ulasannya sebagai berikut:

Penyerbukan itu sendiri adalah Peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Biasa juga disebut persarian. Serbuk sari dapat berasal dari satu bunga dan dapat pula berasal dari bunga yang lain, bahkan berasal dari tumbuhan berbeda. Berdasarkan asal serbuk sari dan putik maka penyerbukan dapat dibedakan menjadi beberapa macam.

Ada bermacam-macam penyerbukan, antara lain :

  1. Penyerbukan sendiri (otogami) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari bunga yang sama
  2. Penyerbukan tetangga (geitonogami) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari bunga yang berbeda  tetapi satu pohon
  3. Penyerbukan silang (alogami) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari bunga pohon lain tetapi sejenis
  4. Penyerbukan bastar (hibridisasi) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari pohon lain yang berbeda jenisnya tetapi masih satu genus. Penyerbukan ini bertujuan untuk mencari bibit unggul

Penyerbukan terjadi dengan bantuan :

  • Angin (anemogami) contoh pada tumbuhan padi, jagung dan gandum
  • Air (Hidrogami) contoh pada tumbuhan elodia dan hydrilla
  • Hewan (zoidiogami) contoh hewannya yaitu jenis serangga, burung kolibri dan kelelawar.

Penyerbukan Oleh Hewan (zoidiogami) :

  1. Penyerbukan dengan bantuan serangga disebut entomogami terjadi pada bunga yang memiliki nektar (madu), contoh serangga yaitu kumbang, lebah, dan kupu-kupu.
  2. Penyerbukan dengan bantuan burung disebut ornitogami, contoh burung penghisap madu (kolibri)
  3. Penyerbukan dengan bantuan bantuan kelelawar disebut kiropterogami

Untuk lebih jelasnya, silahkan buka link artikel berikut:
  1. Perkembangbiakan Generatif Tumbuhan : Jenis Penyerbukan
  2. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Alami 
  3. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Buatan

PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN SECARA VEGETATIF BUATAN

PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN SECARA VEGETATIF BUATAN - Dalam artikel sebelumnya, kita sudah membahas tentang 8 (delapan) cara Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Alami. Kali ini, kita akan fokus membahas perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan. Ada beberapa cara perkembangbiakan secara vegetatif buatan, diantaranya adalah Teknik Mencangkok, Setek, Runduk dan Okulasi.

1) Teknik Mencangkok

Perkembangbiakan Tumbuhan dengan teknik Mencangkok adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara memotong dahan tumbuhan induknya. Sebelum dipotong, dahan terlebih dahulu dimanipulasi agar menumbuhkan akar lewat dahan yg sudah dikuliti, dan dibungkus dengan tanah humus. Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan dikotil atau tumbuhan biji berkeping dua, misalnya mangga, jeruk, jambu dll.

Selain tumbuhan buah, bunga juga dapat dicangkok, misalnya bunga melati, soka dan bougenville.

2) Teknik Okulasi (Menempel)

Teknik Okulasi atau menempel adalah cara perkembangbiakan dengan menempelkan mata tunas dari dua tanaman yang sejenis, tetapi berbeda sifat misalnya mangga manalagi dengan mangga arum manis. Pada dasarnya tujuan okulasi atau menempel sama dengan tujuan mengenten atau menyambung, yaitu menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki gabungan sifat unggul.

3) Teknik Merunduk (Layering)

Merunduk (layering) adalah proses pembiakan vegetative buatan yang dilakukan pada tumbuhan bercabang panjang dengan merundukkannya ke tanah. Jadi, batang tanaman itu ditundukkan ke tanah agar dapat berkembangbiak. Tetapi, kita harus menimbun batang tanaman dengan tanah. Dari ruas-ruas batang tanaman tersebut akan tumbuh akar dan menjadi tanaman yang baru. Tumbuhan yang biasa dikembangbiakan antara lain alamanda, anyelir, apel, selada air, anggur dan sebagainya.

Syarat merunduk:
1) Bercabang panjang
2) Bercabang lentur
3) Cabangnya dekat dengan tanah

Merunduk juga dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara Merunduk biasa dan Merunduk majemuk.

Merunduk biasa : Cabang tanaman dirundukkan dan ditimbun dengan tanah, kecuali ujung cabangnya. Setelah membentuk akar, cabang atau batangnya dipotong, sehingga diperoleh tanaman baru. Cara ini dapat dikerjakan pada mawar, jambu air, dan arbei

Merunduk majemuk : Seluruh batang dirundukkan kemudian ditimbuni tanah pada beberapa tempat atau seluruh tempat. Cara ini dapat dikerjakan pada tanaman soka dan anggur .


4) Teknik mengenten (Menyambung)

Teknik mengenten atau Menyambung adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dua tanaman yang sejenis. Tujuan menyambung adalah menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul. Untuk lebih jelasnya, gambarannya sbb:

Ada dua buah tanaman mangga berbeda jenis. Tanaman mangga pertama berakar kuat tetapi buahnya asam, sedangkan tanaman mangga kedua berakar lemah tetapi buahnya sangat manis. Untuk memperoleh pohon mangga yang berakar kuat dan berbuah manis, maka batang bawah dari tanaman mangga berakar kuat disambungkan dengan batang atas tanaman mangga yang berbuah manis. Selain mangga, ada berbagai jenis tanaman yang bisa dikembangbiakkan dengan teknik mengenten, misalnya durian dan lai (tanaman khas kalimantan yang mirip durian)

5) Teknik Setek (stek)

Teknik Menyetek adalah perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan atau menanam potongan-potongan batang tumbuhan induknya. Tumbuhan yang dapat distek antara lain ketela pohon (singkong), tebu, mawar, kangkung, ubi jalar, bunga cocor bebek dan bunga begonia.

Ada tiga macam teknik setek: setek batang, setek pucuk dan setek daun. Setek batang misalnya ketela pohon, bunga mawar dan sirih. Setek pucuk misalnya teh. Setek daun misalnya bunga begonia dan cocor bebek.

Demikianlah artikel kami tentang Cara Perkembangbiakan Tumbuhan Dengan Vegetatif Buatan. Semoga blog YBT bermanfaat bagi sobat pelajar.

Rabu, 04 Februari 2015

Nama Tanaman Hias atau Bunga-bungaan Beserta Nama Latinnya (Nama Ilmiah Latin)

Nama Tanaman Hias atau Bunga-bungaan Beserta Nama Latinnya (Nama Ilmiah Latin) - Berikut ini adalah contoh tanaman hias atau masuk dalam kategori bunga-bungaan beserta nama latinnya
  1. Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
  2. Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
  3. Anggrek kebutan (Ascocentrum miniatum)
  4. Anggrek bulan bintang (Paraphalaenopsis denevei)
  5. Anggrek tebu (Grammatophyllum speciosum)
  6. Anggrek kelip (Phalaenopsis violacose)
  7. Anggrek albert (Dendrobium d’albertisii)
  8. Anggrek koribas (Corybas fornicatus)
  9. Anggrek karawai (Dendrobium catinecloesum)
  10. Anggrek jamrud (Dendrobium macrophyllum)
  11. Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
  12. Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
  13. Cempaka Putih (Michelia alba)
  14. Cempaka Kuning (Michelia champaka)
  15. Cempaka Telor (Magnolia coco)
  16. Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
  17. Kenanga (Cananga odorata)
  18. Melati Gambir (Jasminum pubescens)
  19. Melati Putih (Jasminus sambac)
Berikut contoh gambar dari Anggrek Kelip (Phalaenopsis violacose)
Anggrek Kelip (Phalaenopsis violacose)

Anggrek Kelip (Phalaenopsis violacose)

Anggrek Kebutan

Demikianlah contoh-contoh Nama Tanaman Hias atau Bunga-bungaan Beserta Nama Latinnya (Nama Ilmiah Latin) yang dapat kami bagikan, semoga dapat diupdate pada kesempatan berikutnya, salam AGM

Daftar Bunga Anggrek Langka + Nama Latin Anggrek Langka Endemik Indonesia

Daftar Bunga Anggrek Langka + Nama Latin Anggrek Langka Endemik Indonesia - Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat plasma nutfah yang tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara beriklim tropis lainnya, seperti Brazil dll. Sedangkan untuk species aggrek, Indonesia adalah negara ke-2 terbesar setelah Brazil yang memiliki lebih dari 5.000 species anggrek. Dan sebagian dari anggrek tersebut adalah anggreik endemik Indonesia, yang artinya hanya bisa ditemukan di Indonesia, semisal ANggrek Hitam. Berikut ini adalah daftar anggrek langka yang dilindungi di Indonesia, sejauh yang kami ketahui:

1. Anggrek hitam ~ Coelogyne pandurata
2. Anggrek bulan Kaliman Tengah ~ Paraphalaenopsis laycockii
3. Anggrek kebutan ~ Ascocentrum miniatum
4. Anggrek bulan Kaliman Barat ~ Paraphalaenopsis serpentilingua
5. Anggrek bulan Ambon ~ Phalaenopsis amboinensis
6. Anggrek bulan bintang ~ Paraphalaenopsis denevei
7. Anggrek bulan raksasa ~ Phalaenopsis gigantea
8. Anggrek raksasa Irian ~ Grammatophyllum papuanum
9. Anggrek tebu ~ Grammatophyllum speciosum
10. Anggrek bulan Sumatera ~ Phalaenopsis sumatrana
11. Anggrek kasut pita ~ Paphiopedilum praestans
12. Anggrek kelip ~ Phalaenopsis violacose
13. Anggrek karawai ~ Dendrobium ostrinoglossum
14. Anggrek albert ~ Dendrobium d’albertisii
15. Anggrek koribas ~ Corybas fornicatus
16. Anggrek karawai ~ Dendrobium catinecloesum
17. Anggrek hartinah ~ Cymbidium hartinahianum
18. Vanda mungil Minahasa ~ Vanda celebica
19. Vanda pensil ~ Vanda hookeriana
20. Vanda mini ~ Vanda pumila
21. Vanda Sumatera ~ Vanda sumatrana
22. Anggrek stuberi ~ Dendrobium lasianthera
23. Anggrek jamrud ~ Dendrobium macrophyllum
24. Anggrek jingga ~ Renanthera matutina
25. Anggrek sendok ~ Spathoglottis zurea
26. Anggrek larat ~ Dendrobium phalaenopsis
27. Anggrek ki aksara ~ Macodes petola
28. Anggrek kasut kumis ~ Paphiopedilum chamberlainianum
29. Anggrek kasut berbulu ~ Paphiopedilum glaucophyllum 



Anggrek Kebutan
Inilah Daftar 29 Tanaman Bunga Anggrek Langka Endemik Indonesia yang dilindungi pemerintah. Semoga bermanfaat ya ... AGM