Tampilkan postingan dengan label BIOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIOLOGI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 September 2015

Definisi Pengertian Eutropikasi dan Blooming Algae

Definisi/Pengertian Eutropikasi dan Blooming Algae
Sobat belajar, pernah mendengar isitilah etropikasi atau algae blooming? Nah, Eutrofikasi adalah salah satu masalah lingkungan hidup pada ekosistem perairan air tawar dimana hal ini diakibatkan oleh limbah fosfat (PO3-). Definisi dasarnya adalah pencemaran air yang disebabkan oleh munculnya nutrient yang berlebihan ke dalam ekosistem air. Air dikatakan eutrofik jika konsentrasi total phosphorus (TP) dalam air berada dalam rentang 35-100 µg/L.

Proses ini juga sering disebut dengan istilah blooming algae atau algae blooming. Blooming itu sendiri dapat diartikan sebagai pertumbuhan mahkluk hidup secara cepat dan tak terkendali. Dalam hal ini adalah tumbuhan alga. Blooming algae merupakan kondisi di mana perairan mengalami ledakan populasi planton yang membuat penampakan perairan menjadi hijau. Bloming Alga terjadi karena proses eutrofikasi atau penyuburan pada perairan akibat dari penumpukan sisa pakan dan bahan organik di dasar perairan sehingga memberikan suplai makanan bagi planton untuk tumbuh subur dan memperbanyak diri. 




Apa yang menyebabkan terjadinya booming algae?


Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya blooming algae, khususnya di daerah perairan budidaya. Pemberian pakan yang banyak dengan manajemen pakan yang buruk serta kualitas pakan yang rendah membuat pakan tidak termakan oleh kultivan seluruhnya. Akibatnya pakan sisa yang tidak termakan akan larut dan tenggelam lalu mengendap di dasar perairan. Seperti yang kita ketahui bahwa didalam pakan itu mengandung banyak nutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral lainya. Nah, jika unsur-unsur nutrisi ini larut maka perairan akan kaya akan nutrisi sehingga terjadilah penyuburan perairan. Dalam kondisi inilah planton tumbuh subur dan memperbanyak diri sehingga menutupi seluruh permukaan air.

Apa saja dampak dari Blooming Algae?



Dampak dari blooming algae ini adalah akan menghalangi penetrasi atau masuknya cahaya ke dalam perairan yang tentunya memeberi pengaruh terhadap organisme yang ada di kolom perairan tersebut. Selain itu akan terjadi persaingan penggunaan oksigen antara organisme planton itu sendiri utamanya zooplanton dengan hewan akuatik yang dipelihara seperti ikan, udang, kepiting, teripang dan yang lainya.

Selain itu blooming algae juga dapat mempengaruhi kualitas air di perairan tersebut. karena suatu saat algae tadi akan mati secara massal akibatnya tejadi kembali penumpukan bahan organik di dasar perairan. Sekarang tugas mikroorganisme pengurai di dasar perairan untuk mengurai bahan organik tersebut. Masalahnya adalah ketika malam hari maka proses fotosintesis akan berhenti karna tidak adanya cahaya matahari sehingga suplai oksigen di perairan pun berkurang. Dalam kondisi seperti ini maka bakteri pengurai akan bekerja secara anaerob (tanpa oksigen) sehingga zat yang dihasilkannya adalah zat-zat yang bersifat toksin yang buruk bagi organisme akuatik. Jadi intinya adalah agar tidak terjadi blooming algae maka perlu diperhatikan menejemen pemberian pakan pada kegiatan budidaya secara intensif.

Bagaimana Cara Menanggulangi Eutrofikasi atau Blooming Algae?

Seperti penjelasan awal bahwa senyawa yg berperan penting yang menyebabkan masalah eutropikasi ini adalah senyawa fosfat, maka hendaknya perhatian para saintis dan kelompok masyarakat pencinta lingkungan hidup harus meninjau akar masalah yang menyebabkan banyaknya senyawa fosfat yg masuk ke dalam ekosistem perairan air tawar. Semisal pengolahan limbah yg mengandung fosfat yaitu deterjen dan limbah manusia. Juga, pengurangan penggunaan deterjen atau mengubah komposisi deterjen sehingga mengandung lebih sedikit fosfat.

Mengapa hingga saat ini masalah Eutropikasi dan Blooming Algae sulit ditanggulangi?


Ada beberapa faktor yang menyebabkan penanggulangan terhadap problem ini sulit membuahkan hasil yang memuaskan. Faktor-faktor tersebut dalah aktivitas peternakan yang intensif dan hemat lahan, konsumsi bahan kimiawi yang mengandung unsur fosfat yang berlebihan, pertumbuhan penduduk Bumi yang semakin cepat, urbanisasi yang semakin tinggi, dan lepasnya senyawa kimia fosfat yang telah lama terakumulasi dalam sedimen menuju badan air. Belum lagi, tidak adanya kesadaran dari para produsen untuk memformulasi bahan produksinya agar lebih rama lingkungan misal mengurangi komposisi fosfat dalam eterjen. Juga, ketidak pedulian konsumen terhadap dampak penggunaan deterjen dan limbahnya bagi lingkungan.

Kamis, 24 September 2015

Soal + Kunci Jawaban UTS UAS PLH Pendidikan Lingkungan Hidup Semester 1 2016/2017

Soal + Kunci Jawaban UTS UAS PLH Pendidikan Lingkungan Hidup Semester 1 2016/2017
1.     Di bawah ini yang tidak termasuk mahkluk hidup adalah …
a.    Tumbuhan
b.    Jasad renik
c.    Hewan
d.    Iklim

2.    Semua makhluk hidup yang ada di air dan hubungan timbale balik antara sesama makhluk hidup itu maupun dengan lingungan abiotik yang ada di sekelilingnya adalah pengertian dari …
a.    Ekosistem
b.    Padang lamun
c.    Ekosistem perairan
d.    Ekosistem air payau

3.    Berdasarkan pembagian zona wilayahnya, yang tidak termasuk dalam ekosistem perairan adalah ….
a.    Air tawar
b.    Air payau
c.    Air sungai
d.    Air laut

4.    Yang tidak termasuk dalam ekosistem air tawar adalah ….
a.    Air genangan
b.    Sungai
c.    Selokan
d.    Muara

5.    Tumbuhan yang biasa hidup di daerah ekosistem air payau adalah ….
a.    Bakau dan nipah
b.    Mangga dan rambutan
c.    Lamun dan terumbuh karang
d.    Mangrove, nipah dan terumbuh karang

6.    Tumbuhan laut yang bentuknya mirip dengan tumbuhan daratan karena dapat brefotosintesis adalah ….
a.    Terumbuh karang
b.    Lamun
c.    Bintang laut
d.    Bakau

7.   
    1)  Sebagai sumber makanan bagi manusia
    2)    Sebagai tempat berlindung hewan-hewan
    3)    Melindungi pantai dan daratan dari erosi laut
    4)    Tempat tamasya dan penelitian Ilmu Pengetahuan
    Yang termasuk manfaat terumbuh karang ditunjukkan oleh nomor ….
a.    1, 2 dan 3
b.    2, 3 dan 4
c.    1, 2 dan 4
d.    1, 3 dan 4

8.    Bagian dari ekosistem yang bukan merupakan makhluk hidup disebut ….
a.    Biotik
b.    Abiotik
c.    Erosi
d.    Abrasi

9.    Salah satu manfaat pohon bakau adalah ….
a.    Untuk membuat atap rumah
b.    Sebagai bahan utama pembuat tikar
c.    Sebagai tempat nelayan mencari ikan dan udang
d.    Sebagai tempat berkembangbiak ikan, udang, kepiting dan berbagai jenis burung

10.    Yang merupakan perairan buatan adalah ….
a.    Danau
b.    Sungai
c.    Sawah
d.    muara

B.    Isilah titik-titik di bawah ini dengan tepat!

11.    Secara garis besar, ekosistem dibagi menjadi 2 (dua) yaitu ekosistem .... Dan ekosistem ...
12.    Udara yang bergerak disebut ...   
13.    Pencemaran disebut juga ...
14.    Pendangkalan perairan akibat pengendapan material disebut...
15.    Salah satu kegiatan manusia yang mengganggu ekosistem perairan adalah ...

C.    Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan mudah dipahami!

16.    Apa yang dimaksud dengan Ekosistem!
17.    Salah satu fungsi perairan air tawar adalah sebagai sarana transportasi. Jelaskan!
18.    Ekosistem perairan air Laut dibagi menjadi 4 (empat). Tuliskan!
19.    Apa yang dimaksud dengan Eutropikasi?
20.    Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih?

Sobat Belajar AJM semua, terimakasih sudah berkunjung. Untuk Kunci Jawaban dari soal UTS UAS PLH Pendidikan Lingkungan Hidup ini, silahkan klik link di bawah ini:

Jumat, 04 September 2015

ADAPTASI MORFOLOGI, FISIOLOGI DAN TINGKAH LAKU (ADAPTASI HEWAN UNTUK BERTAHAN HIDUP)

ADAPTASI MORFOLOGI, FISIOLOGI DAN TINGKAH LAKU (ADAPTASI HEWAN UNTUK BERTAHAN HIDUP) - Salah satu ciri makhluk hidup adalah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya yang disebut adaptasi. Kali ini, kita akan membahas tentang adaptasi hewan untuk bertahan hidup. Ada 3 macam adaptasi yaitu :

1. Adaptasi Morfologi 

Adaptasi morfologi adalah penyesuaian pada organ tubuh hewan yang disesuaikan dengan kebutuhan hidupnya atau penyesuaian bentuk tubuh makhluk hidup/alat-alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

COntoh Adaptasi Morfologi:
  • Kelinci gurun mempunyai telinga yang besar untuk mendinginkan tubuhnya. Karena pada saat darah kelinci tersebut mengalir melewati telinga maka darah akan melepaskan panas keselilingnya.
  • Katak gurun memiliki kaki bertanduk yang berguna untuk menggali lubang hingga 3 meter. Lubang ini digunakan untuk melindungi dirinya dari panas terik gurun.
  • Gigi singa, harimau, citah, macan, dan sebagainya yang runcing dan tajam untuk makan daging sedangkan bentuk gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba dan lain sebagainya tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput, daun atau mengunyah makanannya.

2. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik.  Adaptasi ini tidak dapat dilihat langsung oleh mata karena adaptasi fisiologi terkait dengan fungsi organ-organ bagian dalam tubuh makhluk hidup dengan lingkungannya.

Contoh Adaptasi Fisiologi Adalah:
  • Ikan yang hidup di air asin lebih pekat mengeluarkan urin daripada ikan yang hidup di air tawar. Ikan yang hidup di air asin mengeluarkan urin yang lebih pekat agar jumlah garam di tubuh ikan tersebut tidak berlebihan.
  • Unta yang punya kantung air untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama. Sekali minum, unta dapat minum sebanyak 17 liter tanpa henti. Selain itu, unta juga memiliki punuk yang menonjok di bagian belakangnya, ada yang satu dan ada yang dua. Punuk itu menyimpan lemak sebagai cadangan makanannya dalam perjalanan panjang di padang pasir. Jika cadangan lemak banyak, punuk unta akan membesar.
  • Anjing laut memiliki lapisan lemak yang tebal untuk bertahan di daerah dingin.
3. Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku adalah cara makhluk hidup beradaptasi dengan lingkungannya dalam bentuk tingkah laku. Adaptasi tingkah laku ini berhubungan dengan tindakan makhluk hidup untuk beradaptasi atau melindungi diri dari pemangsa. Selain itu juga adaptasi tingkah laku berhubungan dengan kebiasaan makhluk hidup untuk beradaptasi dan mempertahankan hidupnya di suatu lingkungan. Penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya seperti pada binatang bunglon yang dapat berubah warna kulit sesuai dengan warna yang ada di lingkungan sekitarnya dengan tujuan untuk menyembunyikan diri.

Contoh Adaptasi Tingkah Laku Adalah:
  • Bunglon dapat merubah warna kulit sesuai dengan warna yang ada di lingkungan sekitarnya dengan tujuan untuk menyembunyikan diri dari musuhnya atau sebagai penyamaran untuk menangkap mangsanya.
  • Ikan paus dan lumba-lumba secara berkala muncul kepermukaan air untuk bernafas dikarenakan Paus dan Lumba-lumba merupakan hewan mamalia yang bernafas dengan paru-paru.
  • Rayap yang kulitnya mengelupas maka akan dimakan kembali oleh rayap tersebut. Hal ini dilakukan karena di dalam kulit rayap tersebut ada usus rayap yang ikut mengelupas dan usus tersebut memiliki flagelata yang menghasilkan enzim selulase yang dapat mencernakan kayu. Selain itu juga, rayap muda menjilati dubur rayap dewasa dengan tujuan mendapatkan enzim selulase untuk mencernakan kayu.

Demikianlah artikel kami tentang Cara Hewan Beradaptasi, Yaitu Adaptasi Morfologi, Fisiologi dan Tingkah Laku. Semoga bermanfaat ya sobat YBT.

Jenis Penyerbukan: Otogami, geitonogami, alogami, hibridisasi, anemogami, Hidrogami, zoidiogami, Entomogami, Ornitogami, Kiropterogami dan Malakogami

Definisi/Pengertian & Jenis Penyerbukan: Otogami, geitonogami, alogami, hibridisasi, anemogami, Hidrogami, zoidiogami, Entomogami, Ornitogami, Kiropterogami dan Malakogami - Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuksari (sel kelamin jantan tumbuhan) pada kepala putik (sel kelamin betina pada tumbuhan).
Ada bermacam-macam penyerbukan, antara lain :
  1. Penyerbukan sendiri (otogami) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari bunga yang sama
  2. Penyerbukan tetangga (geitonogami) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari bunga yang berbeda  tetapi satu pohon
  3. Penyerbukan silang (alogami) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari bunga pohon lain tetapi sejenis
  4. Penyerbukan bastas (hibridisasi) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari pohon lain yang berbeda jenisnya tetapi masih satu genus. Penyerbukan ini bertujuan untuk mencari bibit unggul.



Penyerbukan terjadi dengan bantuan :
  1. Angin (anemogami) contoh pada tumbuhan padi, jagung dan gandum
  2. Air (Hidrogami) contoh pada tumbuhan elodia dan hydrilla
  3. Hewan (zoidiogami) contoh hewannya yaitu jenis serangga, burung kolibri dan kelelawar.
Penyerbukan Oleh Hewan (zoidiogami) :
  1. Penyerbukan dengan bantuan serangga disebut entomogami terjadi pada bunga yang memiliki nektar (madu), contoh serangga yaitu kumbang, lebah, dan kupu-kupu.
  2. Penyerbukan dengan bantuan burung disebut ornitogami, contoh burung penghisap madu (kolibri)
  3. Penyerbukan dengan bantuan bantuan kelelawar disebut kiropterogami

Berikut dijelaskan dengan lebih rinci:

1. Penyerbukan sendiri (autogami)
Penyerbukan sendiri (autogami) adalah penyerbukan yang terjadi apabila serbuk sari dan putik berasal dari satu bunga. Bunga yang melakukan autogami memiliki struktur yang khas sifatnya, yaitu sekalipun bunga sudah mekar, putiknya tetap terlindungi oleh bagian-bagian bunga lainnya sampai terjadinya penyerbukan sendiri.

Ciri-ciri bunga yang bersifat autogami adalah sebagai berikut :
  • Sebelum terjadi penyerbukan, putik selalu terlindungi oleh kumpulan benang sarinya, misalnya benang sari bersatu membungkus putik.
  • Mahkota bunganya menutupi alat-alat kelamin bunga itu sehingga menghalangi serbuk sari bunga lain menempel pada kepala putiknya sekalipun bungasebenarnya sudah mekar.
  • Penyerbukan terjadi ketika bunga baru mekar atau  bunga masih kuncup, misal pada kacang tanah.

2. Penyerbukan tetangga (geitonogami)
Penyerbukan tetangga (geitonogami) adalah penyerbukan yang terjadi oleh serbuk sari yang berasal dari bunga lain tapi masih dalam satu pohon. Hal ini dapat terjadi karena bunga tidak memiliki struktur yang khas dan masa kematangan bunga jantan dan betina yang tidak bersamaan.

3. Penyerbukan silang (alogami)
Penyerbukan silang (alogami) adalah penyerbukan yang terjadi oleh serbuk sari yang berasal dari tumbuhan lain yang sejenis. Apabila serbuk sari berasal dari bunga lain yang tumbuhannya tidak sejenis dinamakan penyerbukan bastar. Geitonogami dan alogami terjadi karena kedudukan benang sari dan putik berjauhan, sehingga tidak memungkinkan terjadi penyerbukan sendiri. Jadi diperlukan perantara dalam proses penyerbukan.

Berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari ke kepala putik, penyerbukan dapat dibedakan menjadi beberapa macam.
  • Anemogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan angin. Ciriciri tumbuhan ini yaitu perhiasan bunganya kecil atau tidak ada, alat kelaminnya terbuka dan tidak memiliki kelenjar madu. Benang sarinya bergelantungan dengan serbuk sari yang sangat kecil dan jumlahnya banyak. Putik biasanya bertangkai panjang dan memiliki cairan perekat. Contoh bunga padi dan bunga jagung.
  • Hidrogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan air. Biasanya terjadi pada tumbuhan yang hidup di air.
  • Zoidiogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan hewan, misalnya serangga, burung, dan kelelawar.

Berdasarkan jenis hewan penyerbuknya maka penyerbukan dibedakan menjadi beberapa jenis.
  • Entomogami, ialah penyerbukan dengan bantuan serangga (misalnya kupu-kupu, kumbang bunga, dan lalat). Bunga menghasilkan madu, mengeluarkan bau khas, mahkota bunga berwarna cerah, dan berukuran besar.
  • Ornitogami, ialah penyerbukan dengan perantaraan burung, terjadi pada tumbuhan yang bunganya menghasilkan madu, bermahkota lebar dan tebal, dan berwarna cerah.
  • Kiropterogami, ialah penyerbukan dengan perantara hewan bersayap selaput tangan (kelelawar, kalong, dan kampret). Terjadi pada bunga yang mekar di malam hari
  • Malakogami, ialah penyerbukan dengan perantara siput.

4. Penyerbukan Dengan Bantuan Manusia (Antropogami)
Antropogami adalah penyerbukan dengan bantuan manusia. Biasanya tanaman ini sukar mengalami penyerbukan secara alami, misalnya karena struktur bunganya yang unik atau bunga sukar mengeluarkan serbuk sarinya. Untuk itu, memerlukan campur tangan manusia unk membantu penyerbukan. Saat ini, beberapa budidaya tanaman hias telah mengembangkan dan mengeksplorasi jenis tanaman melalui perkawinan silang dengan bantuan manusia.

Thanks anda sudah membaca artikel "Jenis Penyerbukan: Otogami, geitonogami, alogami, hibridisasi, anemogami, Hidrogami, zoidiogami, Entomogami, Ornitogami, Kiropterogami dan Malakogami" kami ini, semoga bermanfat.

Jangan lupa  baca artikel kami tentang:
  1. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Alami
  2. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Buatan
  3. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Generatif

PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN SECARA GENERATIF

IPA: BIOLOGI, PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN SECARA GENERATIF - Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan adalah perkembangbiakan yang dihasilkan dari sebuah proses perkawinan antara gamet jantan dan gamet betina. Jika pada hewan dan manusia dikenal sel sperma dan sel telur, maka pada tumbuhan dikenal gamet jantan dan gamet betina. Perkembangbiakan geneatif diawali dengan penyerbukan (polinasi) yang diikuti dengan pembuahan (fertilisasi). Perkembangbiakan ini melibatkan penyatuan gamet jantan dan betina. Gamet pada tumbuhan dihasilkan pada organ bunga. Jadi bunga merupakan alat perkembangbiakkan generatif pada tumbuhan berbiji. Perkembangbiakan secara generatif adalah perkembangbiakan dengan biji. Biji dihasilkan dari bunga setelah mengalami penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuksari (sel kelamin jantan tumbuhan) pada kepala putik (sel kelamin betina pada tumbuhan).

Perhatikan gambar bunga dan bagian-bagiannya berikut ini:



Bagian-Bagian Bunga:
1. tangkai bunga
2. bakal buah
3. dasar bunga
4. putik
5. kepala putik
6. kepala sari
7. tangkai sari
8. Mahkota
9. bunga
10. bakal biji
11. kelopak

Dasar bunga (reseptakulum) : yaitu ujung tangkai yang melebar dengan ruas-ruas yang amat pendek, sehingga daun-daun yang mengalami perubahan menjadi bagianbagian bunga duduk amat rapat bahkan tampak duduk dalam satu lingkaran.

Hiasan bunga (periantium) : yaitu bagian bunga yang merupakan modifikasi dari daun. Hiasan bunga umumnya masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang-tulang atau urat daun yang jelas. Hiasan bunga terdiri dari kelopak dan mahkota. Kelopak (kaliks) merupakan hiasan bunga yang terletak di sebelah luar. Biasanya berwarna hijau dan sewaktu bunga masih kuncup merupakan selubung yang melindungi kuncup terhadap pengaruh-pengaruh luar. Mahkota bunga (korola) yaitu bagian hiasan bunga yang terletak di lingkaran dalam. Umumnya berwarna menyolok dan menarik, serta memiliki bentuk yang beraneka ragam.

Alat kelamin : terdiri dari alat kelamin jantan dan betina. Alat kelamin jantan pada bunga berupa benang sari (stamen). Benang sari dapat duduk bebas atau berlekatan, ada yang tersusun dalam satu lingkaran dan ada yang dua lingkaran. Benang sari memiliki tangkai sari (filamen) dan kepala sari (anthera). Pada kepala sari terdapat kotak sari yang mengandung serbuk sari (pollen). Serbuk sari merupakan gamet jantan pada bunga.

Alat kelamin betina berupa putik (pistilum). Pada bunga dapat ditemukan satu atau beberapa putik. Putik terdiri dari kepala putik (stigma), tangkai putik (stylus), dan bakal buah (ovarium). Di dalam bakal buah terdapat bakal biji (ovulum) yang mengandung sel telur (ovum). Setiap putik dapat terdiri atas beberapa daun buah tetapi adapula yang hanya terdiri atas satu daun buah.

Berdasarkan kelengkapan bagian-bagian bunga, bunga dibedakan menjadi bunga lengkap dan bunga tidak lengkap. Bunga lengkap, jika suatu bunga memiliki perhiasan dan alat perkembangbiakan secara lengkap. Sedangkan bunga tidak lengkap, jika suatu bunga tidak memiliki satu atau beberapa bagian bunga.

Berdasarkan keberadaan alat kelamin, bunga dapat dibedakan menjadi bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.

Bunga sempurna adalah bunga yang memiliki alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik).


Bunga sempurna sering disebut bunga kelamin ganda atau bunga banci. Bunga tidak sempurna adalah bunga yang hanya memiliki salah satu alat kelamin, yaitu putik saja atau benang sari saja. Bunga yang memiliki benang sari saja disebut bunga jantan dan bunga yang hanya memiliki putik saja disebut bunga betina. Sedangkan bunga mandul atau tidak berkelamin adalah bunga yang tidak memiliki benang sari maupun putik. Misalnya bunga pita pada bunga matahari.

Berdasarkan jenis bunganya, tumbuhan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tumbuhan berumah satu dan tumbuhan berumah dua.

  • Tumbuhan berumah satu, jika dalam satu pohon terdapat bunga jantan dan bunga betina. Contoh tanaman kembang sepatu dan jagung.
  • Tumbuhan berumah dua, jika dalam satu pohon terdapat bunga jantan saja atau bunga betina saja. Contoh tanaman salak dan pakis haji.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang Penyerbukan. Untuk materi ini, silahkan baca ulasannya sebagai berikut:

Penyerbukan itu sendiri adalah Peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Biasa juga disebut persarian. Serbuk sari dapat berasal dari satu bunga dan dapat pula berasal dari bunga yang lain, bahkan berasal dari tumbuhan berbeda. Berdasarkan asal serbuk sari dan putik maka penyerbukan dapat dibedakan menjadi beberapa macam.

Ada bermacam-macam penyerbukan, antara lain :

  1. Penyerbukan sendiri (otogami) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari bunga yang sama
  2. Penyerbukan tetangga (geitonogami) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari bunga yang berbeda  tetapi satu pohon
  3. Penyerbukan silang (alogami) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari bunga pohon lain tetapi sejenis
  4. Penyerbukan bastar (hibridisasi) terjadi bila serbuk sari dan putik berasal dari pohon lain yang berbeda jenisnya tetapi masih satu genus. Penyerbukan ini bertujuan untuk mencari bibit unggul

Penyerbukan terjadi dengan bantuan :

  • Angin (anemogami) contoh pada tumbuhan padi, jagung dan gandum
  • Air (Hidrogami) contoh pada tumbuhan elodia dan hydrilla
  • Hewan (zoidiogami) contoh hewannya yaitu jenis serangga, burung kolibri dan kelelawar.

Penyerbukan Oleh Hewan (zoidiogami) :

  1. Penyerbukan dengan bantuan serangga disebut entomogami terjadi pada bunga yang memiliki nektar (madu), contoh serangga yaitu kumbang, lebah, dan kupu-kupu.
  2. Penyerbukan dengan bantuan burung disebut ornitogami, contoh burung penghisap madu (kolibri)
  3. Penyerbukan dengan bantuan bantuan kelelawar disebut kiropterogami

Untuk lebih jelasnya, silahkan buka link artikel berikut:
  1. Perkembangbiakan Generatif Tumbuhan : Jenis Penyerbukan
  2. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Alami 
  3. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Buatan

Kamis, 03 September 2015

PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN: VEGETATIF ALAMI, BUATAN DAN GENERATIF

PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN: VEGETATIF ALAMI, BUATAN DAN GENERATIF - Dear YBT readers, lama tidak posting artikel, kali ini kami kembali dengan membahas tentang bagaimana cara perkembangbiakan tumbuhan. Tumbuhan, sebagai salah satu mahkluk hidup, memiliki kemampuan untuk berkembang biak. Tumbuhan dapat berkembangbiak secara vegetatif maupun generatif. Perkembangbiakan secara Vegetatif dibagi lagi menjadi dua. yaitu vegetatif alami dan vegetatif buatan. Mari kita masuk pada penjelasan yg lebih rinci.

A. Perkembangbiakan secara vegetatif alami

Ada 8 (delapan) cara perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif alami, yaitu:

1.  Membelah Diri

Salah satu cara tumbuhan berkembangbiak adalah dengan cara membelah diri. Tumbuhan yang membelah diri adalah tumbuhan yang ber sel satu, contohnya ganggang hijau. Tumbuhan ini membelah dirinya, yang berupa sel-sel, menjadi spesies baru.

2. Spora
Tumbuhan yang berkembangbiak dengan spora adalah jenis tanaman paku dan pakis. Jika kita melihat dibagian bawah daun-daun paku atau pakis, terdapat spora yang berwarna coklat, tampak seperti butiran atau bulu halus. Spora terbentuk di dalam kotak spora (sporangium). Apabila kotak spora pecah dan spora jatuh di tempat yang sesuai, maka akan tumbuh menjadi individu baru. Contohnya adalah bunga tanduk rusa (paku) dan pakis merah.

3. Rhizoma atau Akar Tinggal atau Akar Rimpang

Rhizoma atau akar tinggal sesungguhnya merupakan batang yang tumbuh mendatar di bawah permukaan tanah. Rhizoma menyerupai akar tetapi berbuku-buku seperti batang. Pada ujungnya terdapat kuncup, pada setiap buku terdapat daun yang berubah bentuk menjadi sisik, dan pada setiap ketiak sisik terdapat mata tunas. Contohnya pada lengkuas, kunyit, jahe, dan jeriango.

4. Umbi Batang

Contoh yang paling mudah menjelaskan tumbuhan yang berkembangbiak dengan umbi batang adalah kentang dan ubi rambat/jalar. kalau kita perhatikan, pada bagian umbi terdapat lekukan-lekukan. Nah, dari lekukan inilah nantinya akan tumbuh tunas-tunas baru. Umbi itu sendiri sebenarnya adalah batang tanaman yang masuk ke dalam tanah sebagai tempat menyimpan cadangan makanannya. Umbi kaya akan zat tepung.

5. Geragih / Stolon

Tumbuhan yang berkembangbiak dengan cara geragih atau stolon adalah serumpun arbei, pegagan dan semanggi. Berikut contohnya: 

 Ada dua jenis tumbuhan yang berkembangbiak dengan cara stolon. Ada yang di atas tanah dan di bawah tanah. Yang di atas tanah adalah misalnya arbei, pegagan dan semanggi. Yang di bawah tanah misalnya adalah rumput teki.

6. Tunas

Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas contohnya pisang, bambu dan asparagus. Tunas tumbuh di dekat pohon induk yang sudah dewasa atau tua. Tunasnya dapat tumbuh sendiri menjadi tumbuhan baru.

7. Umbi Lapis

Tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis adalah sebangsa bawang, yaitu bawang bombay, bawang merah, bawang putih, bunga tulip dsb.

8. Tunas Adventif

Berbeda dengan tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas (berasal dari akar atau batang), cocor bebek berkembang biak dengan tunas adventif. Tunas baru atau tanaman baru muncul dari lekukan-lekukan pada tepi-tepi daun cocor bebek. Ada beberapa jenis cocor bebek dan semuanya berkembang biak dengan cara tunas adventif.

Selanjutnya, Perkembangbiakan Tumbuhan secara Vegetatif Buatan dan Generatif, silahkan baca artikel tautan berikut:
  1. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Buatan
  2. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Generatif

Rabu, 04 Februari 2015

Nama Tanaman Hias atau Bunga-bungaan Beserta Nama Latinnya (Nama Ilmiah Latin)

Nama Tanaman Hias atau Bunga-bungaan Beserta Nama Latinnya (Nama Ilmiah Latin) - Berikut ini adalah contoh tanaman hias atau masuk dalam kategori bunga-bungaan beserta nama latinnya
  1. Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
  2. Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
  3. Anggrek kebutan (Ascocentrum miniatum)
  4. Anggrek bulan bintang (Paraphalaenopsis denevei)
  5. Anggrek tebu (Grammatophyllum speciosum)
  6. Anggrek kelip (Phalaenopsis violacose)
  7. Anggrek albert (Dendrobium d’albertisii)
  8. Anggrek koribas (Corybas fornicatus)
  9. Anggrek karawai (Dendrobium catinecloesum)
  10. Anggrek jamrud (Dendrobium macrophyllum)
  11. Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
  12. Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
  13. Cempaka Putih (Michelia alba)
  14. Cempaka Kuning (Michelia champaka)
  15. Cempaka Telor (Magnolia coco)
  16. Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
  17. Kenanga (Cananga odorata)
  18. Melati Gambir (Jasminum pubescens)
  19. Melati Putih (Jasminus sambac)
Berikut contoh gambar dari Anggrek Kelip (Phalaenopsis violacose)
Anggrek Kelip (Phalaenopsis violacose)

Anggrek Kelip (Phalaenopsis violacose)

Anggrek Kebutan

Demikianlah contoh-contoh Nama Tanaman Hias atau Bunga-bungaan Beserta Nama Latinnya (Nama Ilmiah Latin) yang dapat kami bagikan, semoga dapat diupdate pada kesempatan berikutnya, salam AGM

Daftar Bunga Anggrek Langka + Nama Latin Anggrek Langka Endemik Indonesia

Daftar Bunga Anggrek Langka + Nama Latin Anggrek Langka Endemik Indonesia - Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat plasma nutfah yang tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara beriklim tropis lainnya, seperti Brazil dll. Sedangkan untuk species aggrek, Indonesia adalah negara ke-2 terbesar setelah Brazil yang memiliki lebih dari 5.000 species anggrek. Dan sebagian dari anggrek tersebut adalah anggreik endemik Indonesia, yang artinya hanya bisa ditemukan di Indonesia, semisal ANggrek Hitam. Berikut ini adalah daftar anggrek langka yang dilindungi di Indonesia, sejauh yang kami ketahui:

1. Anggrek hitam ~ Coelogyne pandurata
2. Anggrek bulan Kaliman Tengah ~ Paraphalaenopsis laycockii
3. Anggrek kebutan ~ Ascocentrum miniatum
4. Anggrek bulan Kaliman Barat ~ Paraphalaenopsis serpentilingua
5. Anggrek bulan Ambon ~ Phalaenopsis amboinensis
6. Anggrek bulan bintang ~ Paraphalaenopsis denevei
7. Anggrek bulan raksasa ~ Phalaenopsis gigantea
8. Anggrek raksasa Irian ~ Grammatophyllum papuanum
9. Anggrek tebu ~ Grammatophyllum speciosum
10. Anggrek bulan Sumatera ~ Phalaenopsis sumatrana
11. Anggrek kasut pita ~ Paphiopedilum praestans
12. Anggrek kelip ~ Phalaenopsis violacose
13. Anggrek karawai ~ Dendrobium ostrinoglossum
14. Anggrek albert ~ Dendrobium d’albertisii
15. Anggrek koribas ~ Corybas fornicatus
16. Anggrek karawai ~ Dendrobium catinecloesum
17. Anggrek hartinah ~ Cymbidium hartinahianum
18. Vanda mungil Minahasa ~ Vanda celebica
19. Vanda pensil ~ Vanda hookeriana
20. Vanda mini ~ Vanda pumila
21. Vanda Sumatera ~ Vanda sumatrana
22. Anggrek stuberi ~ Dendrobium lasianthera
23. Anggrek jamrud ~ Dendrobium macrophyllum
24. Anggrek jingga ~ Renanthera matutina
25. Anggrek sendok ~ Spathoglottis zurea
26. Anggrek larat ~ Dendrobium phalaenopsis
27. Anggrek ki aksara ~ Macodes petola
28. Anggrek kasut kumis ~ Paphiopedilum chamberlainianum
29. Anggrek kasut berbulu ~ Paphiopedilum glaucophyllum 



Anggrek Kebutan
Inilah Daftar 29 Tanaman Bunga Anggrek Langka Endemik Indonesia yang dilindungi pemerintah. Semoga bermanfaat ya ... AGM

Jumat, 02 Januari 2015

FUNGSI HUTAN (MANFAAT HUTAN BAGI KEHIDUPAN)

FUNGSI HUTAN (MANFAAT HUTAN BAGI KEHIDUPAN) - Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kawasan hutan yang luas, bahkan pulau Borneo atau kalimantan dianggap sebagai paru-paru dunia. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, invasi manusia telah merusak secara tidak terkendali semisal pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan, penambangan dan perluasan daerah hunian. Akibatnya, timbul berbagai masalah yang sangat merugikan manusia itu sendiri dan alam secara keseluruhan.

Agar kita tergugah untuk menjaga hutan, mari kita lihat fungsi dan manfaat hutan. Semoga dengan mengetahuinya, kita semakin mencintai dan menjaga hutan kita dengan baik. Berikut adalah beberapa FUngsi dan Manfaat Hutan di antaranya:

1. Mencegah erosi


Akar-akar pohon berfungsi sebagai pencari makanan atau penyerap air bagi keperluan tumbuhan tersebut. Dengan adanya hutan, air hujan akan terserap ke dalam tanah dan diserap oleh akar pepohonan, sehingga air tanah dan sebagian air permukaan akan tersimpan dan tidak bertumpuk yang dapat menyebabkan banjir.
   
2. Mencegah Longsor

Akar-akar pohon juga berfungsi sebagai pengikat butiran-butiran tanah. Tentu saja fungsi akar sebagai pengikat butiran tanah ini akan berfungsi maksimal jika pohonnya dalam keadaan hidup, dikarenakan butiran tanah tersebut terikat bersamaan dengan kemampuan pohon untuk menyerap air. Jika pohonnya sudah dalam keadaan mati (telah ditebang), maka fungsi pengikatnya juga akan hilang. Hal inilah yang menyebabkan tanah pada lereng-lereng gunung atau bukit tidak saling mengikat dan dapat jatuh menjadi tanah longsor.

3. Sumber Oksigen dan Penyerap Karbon Dioksida


Sudah bukan rahasia umum bahwa dalam proses fotosintesis atau proses tumbuhan memasak makanannya, Tumbuhan menyerap Karbon Dioksida (yang kita buang) dan menghasilkan oksigen (yang kita hirup) sebagai hasil respitrasi. Oksigen sangat berguna bagi mahluk hidup hewan dan manusia. Untuk itulah mengapa pulau Kalimantan yang dulunya disebut dengan paru-paru dunia karena mampu memberikan sumbangan oksigen bagi dunia.

4. Penyerap zat beracun dan debu di udara


Pohon memiliki kemampuan untuk menyerap partikel-partikel debu dan zat beracun lainnya di udara. Kalau di daerah yang dipenuhi debu, maka pada permukaan daun-daun pohon akan tampak jelas debu-debu yang diserapnya. Partikel debu ini akan jatuh ke tanah saat terkena air hujan.

5. Pengatur tata air

Salah satu fungsi hutan yang sangat penting adalah sebagai pengatur tata air. Hutan memiliki kemampuan untuk menyimpan, mengatur, dan menjaga persediaan dan keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau. Saat musim hujan, pohon-pohon akan menyerap air sesuai volume yang mampu ia tampung.

6. Sebagai sumber plasmanutfah
Plasmanutfah adalah masa organisme (flora dan fauna) yang masih membawa sifat sifat genetik asli. Plasmanutfah merupakan substansi yang mengatur perilaku kehidupan secara turun termurun, sehingga populasinya mempunyai sifat yang membedakan dari populasi yang lainnya. Perbedaan yang terjadi itu dapat dinyatakan, misalnya dalam ketahanan terhadap penyakit, bentuk fisik, daya adaptasi terhadap lingkungannya dan sebagainya.

Sedangkan menurut Pengertian atau Definsi yang terdapat pada Kamus Pertanian adalah substansi sebagai sumber sifat keturunan yang terdapat di dalam setiap kelompok organisme yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan atau dirakit agar tercipta suatu jenis unggul atau kultivar baru.

7. Sumber Devisa Negara

Bukannya tidak boleh mengambil kekayaan hutan, tetapi yang mengambilnya haruslah bijaksana. Ada banyak kekayaan alam di hutan yang dapat diambil dan digunakan atau dijual tanpa harus merusak hutan, misalnya damar, rotan dsb. Selain itu, menebang hutan juga perlu memerhatikan syarat-syarat penebangan semisal menggunakan aturan Tebang Pilih Tanam.

Tebang Pilih Tanam maksudnya adalah memilih pohon yang komersial atau bernilai jual dengan diameter setinggi dada orang dewasa dan dalam 1 ha harus menyisahkan 25 pohon yang komersial (bukan yang kecil saja, melainkan pohon yang komersial disisahkan minimal 25 pohon).

Hasil hutan itu kemudian dapat diolah atau dijual ke luar negeri dan dapat menghasilkan devisa bagi negara.

8. Keindahan

Tentu saja salah satu fungsi hutan yang tak dapat dihindari adalah fungsinya sebagai keindahan. Banyak orang yang ingin menenangkan pikiran mereka dengan menikmati alam hutan yang indah.

Masih banyak lagi manfaat hutan yang belum kita sadari sepenuhnya, untuk itu, saya mengajak kita semua untuk mulai sekarang, marilah kita menjaga hutan kita, demi kita, dan anak cucu kita kelak. Salam Sobat Belajar.